Seni Menerima Diri Sendiri

 

Artikel ini cocok buat kamu



Mungkin sebagian dari kita saat ini merasa sulit untuk menerima hah-hal di luar ekspektasi kita. Termasuk tentang diri sendiri, sering kali diri ini terlalu membeci diri yang telah gagal dalam melakukan sesuatu, atau terlalu membandingkan apa yang kita dapat dengan apa yang telah di dapatkan orang lain, dengan dalih “Usaha dan Effort yang diberikan sama”, akhirnya saat apa yang didapat berbeda sering sekali menghakimi diri sendiri.

Kecewa selalu menjadi opsi utama untuk menyerah akan segala-galanya. Dunia seakan runtuh, bahkan diri sendiri selalu menjadi objek caci maki.

“Gitu aja kok nggak bisa sih”

“Kamu ngapain aja empat tahun kuliah?”

“Ya ampun, ini mudah banget ay. Ya masak hal yang udah kamu pelajari gak paham?”

“Si anu aja umur segini dah dapet kerja Ay, kamu kok masih gini-gini aja…”

“Aduh ah, gendut banget sih aku. Pokoknya harus diet titik”

“Aku mesti gimana? Berat badan gak naik-naik. Kurus bangett…”

“Perasaan aku dah ngusahain yang terbaik deh, tapi kok gak naik-naik pangkat sih?”

Stop, ya ampun. Tarik nafas, diam sebentar, lalu sadari. Kamu kejam banget sih sama diri sendiri? Sudah seberapa banyak kalimat penghakiman yang kamu lontarkan setiap hari kepada diri kamu itu? Gak kasihan?

Mungkin ada baiknya kamu mulai belajar untuk Menerima Diri Sendiri, menerima dirimu seutuhnya atas semua hal yang melekat dan sudah menjadi atribut dalam dirimu. Setiap kita punya sisi positif dan sisi negatif masing-masing. Kamu harus mulai melihat dirimu secara utuh, nggak hanya terfokus pada pandangan negatif kamu terhadap diri sendiri.

Kamu harus sadari bahwa gak ada yang sempurna di dunia ini, semua punya porsi lebih dan kurang. Gagal ya gapapa, belum paham coba pahami lagi, belum naik pangkat InsyaAllah ada waktunya, belum wisuda ya emang kenapa? Gendut ya emang apa masalahnya? si anu dapat kerja bagus kamu pasti akan dapat juga.

“Can you look in the mirror and truly accept the unique, wonderful work-in-progress person staring back at you?”

A little progress still a progress.  Terima dirimu sebagai orang yang sedang “Work in Progress”, dengan begitu kamu tak akan menjudge dirimu. Yang mesti kamu lakukan adalah:

1.      Accept your self

Jangan ubah dirimu menjadi apa yang kamu mau, gak harus menuntut dirimu sempurna. Dirimu hanya butuh diterima. Pahami sepenuhnya, dirimu punya kekurangan. Tapi, meskipun semua gak mudah, kamu harus focus pada apa yang menjadi kelebihan dirimu.

2.      You Are What You Are

Jika kita telah belajar menerima diri sendiri dan menyadari secara penuh, bahwa diri ini punya kekurangan serta kelemahan yang dimiliki segera sadari lagi kekurangan itu bukanlah halangan dan sesuatu yang harus ditutupi. Kekurangan dan kelemahan sejatinya merupakan hal yang wajar, serta pertanda alamiah bahwa kita memanglah manusia biasa.

3.      Self Love

Miliki self love yang baik. Setelah memahami kekurangan diri, mungkin perlu penyesuaian untuk akhirnya mencintai diri sendiri, tapi tak masalah jika kamu juga merasakan kesulitan itu, kamu nggak sendirian. Belajarlah untuk memahami kekurangan dan kelemahan dari perspektif lain.

4.      Nobody’s Perfect

Sadarilah dirimu berharga dan pantas dicintai tanpa harus menjadi sempurna. Jika kamu mampu memahami ketidaksempurnaan orang lain, maka lakukan terhadap dirimu sendiri,

5.      Deserve to Other

Jika kita mampu mencintai diri sendiri maka kitapun akan lebih mudah memahami bahwa kekurangan yang di hadirkan pasti juga disertai dengan kelebihan.

Kunci dari menerima diri sendiri adalah, melayakkan diri tentang perasaan apapun yang kamu rasakan.

“You are allowed to feel what you feel.”

Kamu tetap berharga dengan segala kekuranganmu.

“The way you look, your job, or your mistakes, will not define your worth.”

Dan sesekali, kamupun perlu menepi, Ya, kamu butuh menepi. Saat dunia ini terlalu menuntutmu untuk memenuhi ekspektasinya. Maka, sudah saatnya kamu menyiapkan waktu untuk dapat menepi.

Waktumu berharga, manfaatkanlah! Tenagamu dan pikiranmu juga. Semua memang milikmu, kamu berhak menggunakannya sesuai apa yang kamu inginkan. Kamu nggak harus mengikuti permintaan semua orang, mengikuti standar orang-orang hanya untuk membuat mereka semua bahagia. Terima dirimu dan siapkan pula waktu jedamu. Kamupun juga berhak untuk bahagia. Love your self enough!

Referensi Tulisan: Pengertian Menerima Diri dan Kuncinya yang Sering Dilupakan | Riliv Story

 

Komentar