Menjadi Seorang Akhwat di Fakultas Teknik
Anak teknik berdakwah???? Hemmm
.
.
Menjadi seorang mahasiswa teknik memang tantangan tersendiri. Mulai dari bagaimana menyeimbangkan antara beban organisasi dan akademik, serta bagaimana juga menjadi seorang da’i dan juga sekaligus seorang Engineer yang mampu mengajak seseorang menuju arah yang lebih baik.Berdakwah dikampus teknik juga bukan barang yang mudah. Karena apa, kebanyakkan mahasiswa teknik memiliki tugas yang banyak baik itu tugas dari dosen , Tugas Besar, laporannya , belum lagi beragam tugas lainnya dari organisasi yang ia ikuti. Bagaimana sempat seorang anak teknik berdakwah?
Terkhusus untuk salah satu fakultas yang katanya dari dulu banyak dihuni oleh kelompok laki-laki ini, bagaimana bila seorang akhwat memasuki fakultas tenik. Apakah seorang akhwat bisa menyampaikan pesan-pesan dakwah dengan baik apabila ia berada di fakultas teknik? Jika seperti itu seorang ahkwat dituntut untuk menjadi tangguh sehingga mampu memegang amanah dakwah ini dengan baik.
Tidak menutup kemungkinan bahwa berdakwah adalah kewajiban atas setiap muslim, bukan hanya seorang ulama saja,bukan hanya seorang ustad saja, baik orang itu dokter, engineer, guru, setiap orang diwajibkan untuk berdakwah.
Termasuk juga seorang akhwat.
Bagaimana peranan akhwat untuk berdakwah di fakultas teknik. Dakwah yang dapat dilakukan seorang akhwat kepada saudaranya sesama muslimah adalah dengan mengadakan sebuah forum perempuan dimana pada forum tersebut dibuka suatu diskusi mengenai permasalahan muslimah, mengadakan keterampilan seperti kelas merajut, menulis, dapat juga dilakukan dengan mengadakan pelatihan yang menarik minat sebagian cewek-cewek teknik untuk lebih mengenal islam sebagai agama yang penuh kelembutan.
Tetapi permasalahan di lapangan adalah kebanayakan cewek teknik tersebut masih belum memahami betul bahwa agenda-agenda tersebut terbuka untuk cewek-cewek umum sehingga mereka mengira acara tesebut hanya sebatas untuk kalangan akhwat-akhwat FSI saja.
Kita dapat memastikan bahwa kekuatan seorang wanita ada dalam hatinya. Dimana apabila seorang wanita hatinya di isi dengan cahaya keimanan maka tujuannya adalah hanya akan mendapatkan Ridho Allah, disini peranan seorang muslimah di mainkan, dalam dekapan ukhuwah. Muslimah mencoba berbaur dengan kaum Ammah, berbaur bukan berarti melebur, melalui pendekatan Tarbiyah Fadhiyah, akhwat semua dapat menyentuh hati mereka.
Di kondisi lapangan, kebanyakan cewek-cewek teknik biasanya menggunakan celana jeans untuk keseharian kuliahnya, disinilah seorang akhwat berperan. Menyampaikan pesan-pesan dakwah dengan menyentuh hati mereka dengan lembut.
Cewek-cewek teknik terkenal dengan kepandaiannya dalam mendesain, pesan-pesan dakwah dapat disampaikan melalu celah ini, contohnya dengan mengajak cewek-cewek di teknik untuk sama-sama memakai rok di hari jum’at. Bagaimana caranya? Yaitu dengan membuat sebuah konten-konten menarik baik dalam bentuk pamflet yang berisikan ajakan “Cewek teknik kuyy ngerok” atau “Jum’at Rok Day” akan menjadi daya tarik secara langsung untuk menyampaikan pesan dakwah ini, dan hasil di lapangan membuktikan melalui pesan ini sudah banyak yang tertarik untuk mengenakan rok ke kampus.
Menjadi seorang akhwat di teknik bukanlah hal mudah, tetapi dengan menjadikan seorang cewek teknik menjadi akhwat seutuhnya adalah kewajiban kita selaku muslimah.
Turut berperan dalam media dakwah kampus, mengadakan kajian islam di kampus, tak kenal lelah dalam mengajak ke dalam kebaikan. Itulah tugas kita selaku muslimah terhadap muslimah lainnya. Walaupun menjadi muslimah di teknik itu berat, dengan segala tugas besar, laporan dan tugas lainnya. Tapi tetap kita memiliki tugas yang paling utama, yaitu menyampaikan pesan-pesan dakwah Nabi Agung Rasulullah SAW.
Komentar
Posting Komentar