Masalah. Sebagian orang menganggap masalah adalah teman.
Bahkan Lady gaga pun menyanyikan dengan lagunya “Trouble is A friend”. Masalah bagi sebagian orang bukanlah hal
yang besar yang perlu mereka lakukan adalah melewatinya dan ga perlu ambil
pusing.
Tapi bagaimana dengan orang yang ga sepaham dengan itu. Bagi
orang yang ga bisa memanagemen masalah barangkali masalah kecil bisa jadi
masalah yang besar. Hidup ga tenang dan jadi kalang kabut Cuma karena ga bisa
nyelesain masalah yang remeh temeh yang cicak di dinding aja bisa nyelesain
masalahnya.
Guys, kalian pasti pernah punya masalah kan. Termasuk aku
juga. Aku kadang masih suka putus harapan, Ngerasa berat nyelesain masalah
serasa kepala tuh isinya beban yang berat banget segunung. Hey please, ayolah.
Kadang aku juga suka mikir. Kenapasih?
Masalah kecil aja kadang bisa bikin kamu ngejauhin teman
kamu berhari-hari (Ini dalam kasus salah paham sama temen). Atau nilai anjlok
karena kegiatan Extra yang terlalu berlebih diluar akademik. Yang akhirnya kamu
mikir dunia itu serasa udah kiamat. I Can’t handle this. GUE NYERAH. But, sadar
ga sih saat itu kamu sudah mulai putus harapan. Gara-gara masalah tersebut kamu
jauh dari pergaulan. Gara-gara masalah tersebut (in this time aku ngomongin
masalah apa aja yang di alamin dari masalah kecil sampe besar pokokya) hingga
akhirnya kamu menghilang dari peradaban and people
can’t find you. Sampai akhirnya orang lain kehilangan kamu dan muncul
masalah baru. Jedduarr
Aku pernah bilang ke temanku anggap aja namanya Mawar “Maw…”
“Eh war”
“Waduh kok aneh?” “Hemmm… mawar. Hidup tanpa masalah itu
garing kan ya?”
“Iya …” dan saat itu aku ga sadar kadang saat kita cerita
masalah kita ke orang lain juga ya, kadang orang itu juga punya masalah yang
barangkali lebih berat dari kamu. Tapi kamu sudah nge-judge diri kamu seakan
punya masalah yang lebih besar. “Hello…see me. MASALAH GUE LEBIH BESAR DARI ELO
TAUUUUUUU….GUE SEDIH LO GA TAUUUU APAAAAAAA…”
Duarrrrr
Dear, pesan aku. Bukan untuk kamu doang kok, buat aku juga yang masih kurang faith-nya masih juga sering putus asa.
Let’s back to Allah…
Kenapa sih harus larut dalam aliran masalah jadikan aja
masalah sebagai teman. Bangkali Allah mau ngetes kamu, “bener nggak sih hambaku
ini beriman?”
Ayolah, don’t cry you are not alone. Cause yang punya “Trouble”
not just you orang lain juga punya masalah.Bedanya apa dia nggak suka mengeluh seperti kita. Karena dia yakin. ada Allah masalah bakal kelar. Percaya sama aku. Eh salah, jangan percaya
sama aku. Musrik. Percaya sama Allah
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan…”
(Ngomong sama diri sendiri)
Sejatinya ini adalah nasihat untuk diri pribadi.
Komentar
Posting Komentar