Surat Untuk Kamu


Dia perintahkan aku untuk memintamu pada langit. Tapi, dia juga menyuruhku untuk mencarimu di bumi. Hay… apa kabar untuk kamu yang entah siapa. Hari ini hujan, kamu jangan lupa pakai mantel ya. Bumi sedang tidak dalam kondisi baik sekarang. Aku harap kamu jaga kesehatan. Jangan bandel seperti yang lain yang tetap memaksakan keluar rumah di saat Covid-19 sedang marak-maraknya. Aku sayang kamu.


Surat ini aku tulis untuk kamu yang berada di masa depanku. Aku tidak tahu mengapa rasanya jadi malu. Aku membayangkan kalau suatu hari kita bertemu, apa ya yang harus ku lakukan?


Aku takut lupa caranya mencintai kamu lewat doa, dan hasrat untuk menulis surat inipun sudah tak bisa ku pedam lama. Kalau suatu hari kamu baca ini, tolong sebut namaku dan pinta pada Tuhan. Jaga aku lewat doamu, seperti aku juga menjagamu lewat doa ku. Semoga suatu hari di pertemukan kembali.


Saat ini di tengah waktu yang mustajab ini, aku hanya bisa berdoa pada tuhan semoga kelak kita bisa di pertemukan dalam kondisi yang sama-sama baik. Sekarang, semoga kitapun sedang sama-sama mempersiapkan diri untuk menjadi makhluknya yang baik ya.


Aku malu, canggung dan tidak tahu harus bilang apa lagi? Hemm…oh ya kamu sedang apa sekarang? Semoga langkahmu di ringankan tuhan ya. Dann…hemm jangan lupa cuci tangan dan jaga pola makan kamu. Semoga Allah selalu memberi kamu sehat. Maaf aku belum bisa jagain kamu. InsyaAllah doaku selalu tercurahkan untukmu.


See you, my Dear No One.


Komentar