Pahlawan Tiktokers



Kita hidup di zaman di mana yang paling banyak yang menang yang paling viral adalah yang paling oke. Dalam hal ini aku mau sedikit ngulik ke Tik-Tokers ya. Dulu waktu zamannya Bowo, aku kasihan banget dengan dedek ini, kenapa why? Karena dia sering banget di bully oleh netizen Indonesia. Sumpah kejam banget. Kenapa sih kita begitu. Tapi hmmm…

Well, mari kita lihat fenomenanya. Saat sedang asik menggulir lini masa instagram sering kali video viral dari Tik Tok terselip. Secara sadar dan gak sadar kadang kitapun melihat suguhan dari yang mempunyai konten kan?. Padahal aplikasi buatan Cina itu sempat di blokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada pertengahan 2018, karena di anggap kurang mendidik anak. Sayangnya pemblokiran tersebut cuma berlangsung seminggu terhitung sejak tanggal 03 Juni 2018 kemudian di buka kembali tanggal 10 Juni 2018. Aplikasi ini sendiri masuk ke Indonesia tahun 2016 sebelumnya bernama musical.ly dan belum se-viral sekarang.  Sebelum ada Tik Tok sebenarnya dulu juga ada yang namanya Dubmash dan sempat viral juga di lini masa medsos selain instagram dan dulu saya termasuk penggunanya. Haha…

Kenapa Tik Tok bisa viral, pertama karena banyaknya konten creator Tik Tok di Indonesia yang aktif menggunakan platform ini sehingga aplikasi ini menjadi naik di Indonesia. Pasar pertumbuhan internet di Indonesia juga tumbuh dengan cepat seiring dengan penggunaan internet di kalangan generasi Z dan Kids Zaman Now di negara Asia Tenggara khususnya Indonesia. Indonesia adalah salah satu pasar Tik Tok dengan pengguna aktifnya sendiri mencapai 10 Juta per Juni 2018. Rata-rata pula penduduk Indonesia menghabiskan 29 menit per hari untuk menggunakan aplikasi ini. Selain itu pengguna Indonesia rata-rata menonton 100 vidio per hari. Wow, banyak juga ya. Ini baru data tahun 2018.

Sekarang kita ngulik yang sempat viral juga, kita buat judul besar TikTokers adalah pahlawan Kemanusiaan. Tik-tok menyerahkan bantuan untuk penanganan covid-19  senilai 100 miliar untuk penanganan covid-19. Selain juga sejak tanggal 7 April 2020, Tik Tok mengajak para penggunanya untuk bersatu dan menunjukkan apresiasi kepada komunitas tenaga kesehatan yaitu para garda terdepan dengan menggunakan tagar #PahlawanGardaTerdepan. Appreciate it.

Plok (Tepuk tangan gaya bang emon) Teruntuk Para TikTokers yang ada di seluruh Indonesia. Kalian luar biasa, nah sekarang tolong sebagai orang yang kreatif berkaryalah dengan sungguh-sungguh. Buatlah konten yang menarik bukan hanya sebatas goyang dan lipsing yang gak ada faedah, bagaimana caranya? Cuma para pengguna Tik Tok yang tahu, kami hanya orang awan. Dan  lagi, Indonesia ini adalah orang yang konsumtif, jadi rata-rata adalah penikmat. Pliss, jangan buat kami khilaf. Emang sih gampang kalau gak suka tinggal skip aja, atau unfoll. But, disini masalahnya adalah yang namanya manusia itu kan kadang suka khilaf dan gak sengaja terlihat ya.

Noted keras sekali lagi, wkwkw: Buatlah konten yang bermanfaat, jangan hanya sebatas joget-joget dan lipsing yang gak bermanfaat.  Cuma buat having fun aja tapi juga mempunyai sebuah value gimana caranya? Hanya teman-teman pengguna Tik-tok yang tahu. Semangat berkarya

Sebelumnya Terima Kasih sudah berkunjung. Boleh baca tulisan-tulisan lain yaa😊

Sumber: Kompas.com dan katadata.co.id

Komentar